Rabu, 06 Oktober 2010

Glass Splinter Missing 1.6

“De’..” sapaannya membuat Ludhe kaget.
“Eh mas Eka’ ?” terpancar muka agak kesal di dalamnya, walaupun saat itu dia berusaha tersenyum dengan kedatangan Eka yang tiba-tiba. Eka ikut membuka laptop di atas meja yang di tempati Ludhe sebelumnya. Ikut online menemani Ludhe yang terlihat sendirian di meja putih itu. “Tumben ke kampus mas? Ngak sibuk sama skripsi mu?”. Tanyanya dengan tetap memfokuskan kedua matanya di layar laptop vaio. “ Yah lagi bosen di rumah . Anak-anak juga pada keluar. Yaudah aku kesini . Soalnya aku tau De’ pasti kamu online di sini. Pinter udah belajar ngak pake “ gue,lo” ke aku”. Tangan besar Eka mengusuk rambut panjang Ludhe . Seperti mengusuk kepala anjing saja. Ludhe reflek membuang tangan Eka dan tertawa.

Glass Splinter Missing 1.5

“De’..” . Dari kejauhan seseorang memangil nama nya. Mata dan pendengaran Ludhe reflek mencari suara tersebut berasal. Mata Ludhe susah berakomodasi. Semua pandangan terlihar samar-samar. Sedikit agak mengrenyitkan keningnya.
“ Eh lo Ra? Ada apa ?”. Sembari meraih kacamata berframe kotak berwarna bening. Agar semua pandangan tidak terlihat kabur.
“ Anterin aku dong..”. Ludhe agak terlihat heran menatap Ocktora setelah mendengar permohonannya. Walaupun diantara mereka sebenarnya baik-bain saja. Hanya saja rasa ilfeel Ludhe pada Ocktora setelah melihat ulahnya di dindin facebook Ergi.

Glass Splinter Missing 1.4


Usai kuliah Ludhe jarang langsung pergi menuju biliknya. Seperti rutinitas yang sering di lakukannya, online di taman sebelah tugu yang ada di kampusnya. Mahasiswi semester empat ini, selalu menantikan kedatangan morot vixion merah yang usai di modif melintas di depannya. Syukur-syukur kalau di juga berhenti dan ikut online di taman di mana dia berada. Walaupun sebenarnya mereka sering online bareng sih. Karena, kalau boleh di bilang mereka sebenarnya bukan lah sekedar teman yang pergi beramai-ramai untuk kesenangan semata dan tanpa memperdulikan orang lain di antarannya. Melainkan mereka sudah seperti sahabat atau sodara. Tapi anehnya, kenapa Ludhe bisa mempunyai perasaan lebih kepada Ergi?. Mungkin seperti apa yang orang jawa katakan. “ Witing tresno jalaran soko kulino”. Atau kalau dibahasa Indonesiain, “ cinta itu di awali karena sudah terbiasa bersama”. Yah gimana enggak?. Mereka mulai kenal satu sama lain berawal dari ospek yang saling membutuhkan barang bawaan ospeknya yang kurang. Saling tukar menukar kalau ada yang lebih. Berawal dari kecanggungan dan berjalan belajar untuk menetralisir semua keraguan sampai akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dan fakta dari itu semua, salah satu diantara mereka menganggap persahabatan mereka berubah menjadi sebuah cinlok.

Glass Splinter Missing 1.3

“udah ni Njar minuman lo. Gue tinggal ke kampus dulu !”. Pamitnya singkat sembari menyodorkan segelas jus semangka di atas meja nya. Terlihat Ludhe sangat tergesa gesa. Berangkat dengan vario putihnya. Pandangan Ludhe tertuju pada ruas-ruas jalan yang di lewati. Tak jauh jarak antara rumah dengan kampus Ludhe. Tetapi hari ini, dia harus pergi ke pom bensin terlebih dahulu. Mengisi bahan bakar untuk  scoter matic nya. Perjalanan mengisi bahan bakar hanya memakan waktu sampai sepuluh menit saja. Seketika , Ludhe teringat pada kunci rumahnya yang tertinggal di dapur pada saat membuat segelas jus untuk Anjar. Pacar Mimid. Sesegera Ludhe mengeluarkan ponsel tipisnya dari saku celana jins yang di kenakannya. Menekan-nekan keypad nya mencari-cari nomor seseorang yang terdaftar di dalam list phonebook nya. Tangan kanan tetap fokus pada steer. Sedangkan tangan kirinya berusaha untuk menyelinapkan ponsel kedalam helm agar terdengar sampai gendang telinganya. Menunggu seseorang di seberang sana menjawab panggilan yang sudah di kirim. Tak lama kemudian.

Glass Splinter Missing 1.2

“ Mid gila ni anak. Ganjen banget sih ama si Ergi?” sergap Ludhe penuh emosi, seketika dia sedang melihat FB Ergi. “ Udah lah De’ biarin aja. Mungkin tu si Ergi malah tambah ilfeel sama tu cewek. Kan Okctora temen kita juga De’. Tega banget sih lo!”. Sahut Mimid dengan nada yang tidak mempihak kedua-nya. “ Ia juga sih.., ah biarin deh belum tentu juga apa yang kita harepin bisa kewujud, siapa dia siapa gue coba?”. Ludhe menyimpan perih di hatinya walaupun status “pacaran” tidak ada diantara ke duanya. Ludhe kembali mengeraskan volume laptopnya. Dan asyik menggerakan jari-jarinya di atas keyboard laptop vaio nya. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang sedang berhenti di depan rumahnya. Ludhe dan Mimid mengabaikan suara itu. Mereka asyik dengan pekerjaan masing-masing.

Rabu, 29 September 2010

Glass Splinter Missing 1.1

Hanya satu alasan yang bener bener bisa bikin Ludhe betah di Malang ,pas lagi musim musim nya maba di kampus.Suasana yang begitu dingin dan gemerlap lampu yang bisa di lihat dari atas bukit.Atau lebih gampangnya sebut aja bukit bintang.Duduk di atas sana dengan sehelai jaket dan secangkir kopi panas, rasanya pas banget.Hembusan angin dan dinginnya daerah pegunungan,serasa menggusur rasa panas yang ada di dalam cangkir itu. Sudah hampir satu jam Ludhe duduk di atas bangku panajang .Menunggu Mimid yang tak kunjung nongol batang hidungnya.Berkali kali Ludhe menginguk arloji yang ada di pergelangan tangannya.
‘Sembilan Lewat Dua Puluh’

Jumat, 03 September 2010

PERCAYA ngak PERCAYA


Percaya ngak sama persahabatan antara cewek dan cowok yang ngak mungkin jadian ujung-ujungnya??.

     Yah mau percaya atau ngak percaya, terbukti 99% itu pasti bakalan kejadian. Entah itu di bilang teman makan teman, haya sekedar sahabat, atau mak comblang sekalipun. Banyak keterkaitan dan ketergantungan yang menyatu di dalamnya. terlebih untuk seorang sahabat dan mak comblang. pasti mereka bakalan sering ketemu .
   @ makcomblang : Mereka malah banyak ketemu untuk merancang sebuah tak tik agar teman nya bisa saling suka dan lain sebagainnya. Tapi saat itu, hanya otak si mak comblang aja yang bekerja. Dan tanpa dia sadari bahwa hatinya sebenarnya berat untuk melakukan. Karena begitu sering bertemu dengan si cowok/cewek yang suka dengan sahabatnya. Ngak jauh-jauh dari makcomblang, pasti si cowok/cewek yang suka , lama - lama akan mempunyai rasa yang sama dengan si mak comblang. Padahal saat itu, posisi si anak yang di deketin, udah mulai ada rasa dengan nya. Tetapi, rasa itu berpaling bukan ke pada cewek/cowok yang sedang di deketin. Malahan beralih pandangan kepada si makcomblang. Atau kasus ini beralih ke proses yang satunya. Setelah udah jadian, ternyata si cowok/ cewek [yang deketin], malah ngak enjoy kalau barengan sama anak yang dia sukai. Malahan rasa enjoy itu, bisa jatuh pada si makcomblang. Kalau kayak gini ceritanya, lagu yang lebih cocok buat kisah ini bisa di bilang lagunya YOVIE AND NUNO.


                                       Yovie & The Nuno – Manusia Biasa