“De’..” sapaannya membuat Ludhe kaget.
“Eh mas Eka’ ?” terpancar muka agak kesal di dalamnya, walaupun saat itu dia berusaha tersenyum dengan kedatangan Eka yang tiba-tiba. Eka ikut membuka laptop di atas meja yang di tempati Ludhe sebelumnya. Ikut online menemani Ludhe yang terlihat sendirian di meja putih itu. “Tumben ke kampus mas? Ngak sibuk sama skripsi mu?”. Tanyanya dengan tetap memfokuskan kedua matanya di layar laptop vaio. “ Yah lagi bosen di rumah . Anak-anak juga pada keluar. Yaudah aku kesini . Soalnya aku tau De’ pasti kamu online di sini. Pinter udah belajar ngak pake “ gue,lo” ke aku”. Tangan besar Eka mengusuk rambut panjang Ludhe . Seperti mengusuk kepala anjing saja. Ludhe reflek membuang tangan Eka dan tertawa.






